Minggu, 09 Juni 2013

Hukum Pareto

Hukum Pareto


Hukum Pareto
 
Baru-baru ini ada yang Tanya tentang hukum Pareto, terus terang saya baru dengar istilah itu. Dari Wikipedia, sayamenangkappengertianbahwa Pareto adalahrumusfenomenasosial. Rumusiniditurunkandaripengamatan Pareto bahwa 80% tanah di Italidimilikioleh 20% penduduk.Pengamataninidigeneralisirmenjadirumusbahwa di suatupopulasidengananggota yang kuranglebihsetara, 80% dampak (apasaja, bisapositifbisanegatif) secarakeseluruhanterjadisebagaihasilkegiatan 20% anggotapopulasi. Benarkahdemikian?Mari kitacobaterapanpadasituasidisekilingkita.
Apakah 80% produktivitaskantorkitamerupakanhasilkerjadari 20% total pegawainya?
Apakah 80% bandwidth Internet suatuinstitusidimanfaatkanoleh 20% penduduknya?
Apakah 80% content website suatuperguruantinggiditulisoleh 20% sivitasakademikanya?
Apakah 80% publikasiilmiahsecarakeseluruhandarisuatuperguruantinggiditulisoleh 20% sivitasakademika?
Apakah 80% total gaji/honor/insentifditerimakanke 20% pegawai?
Sayabelummendalamiapakahangka 80/20 itusudahmenjadipatokanatauhanyasebagaipernyataanbesarkecil.Bisasaja 80 diterjemahkanmenjadi "hampirsemua" dan 20 sebagai "sebagiankecil.\" Hukumnyamenjadi: \"hampirsemuadampakkegiatansuatukelompokberasaldariulahsebagiankecildarianggotakelompokitu.\" Secaramatematis, kalausuatuperkaradidukungolehsemuaanggotasecarameratamakaangkarasionyaadalah 50/50.Kita bisatemuikondisiekstrimdilapangan yang mencapai 99/1 semisal 99% paper internasionalditulisoleh 1% dosen.Artinyamenulispublikasiinternasional yang seharusnyamenjadikewajibansemuadosentiaptahunhanyadilaksanakansecaraagakberlebiholehsebagiansangatkecildaridosensaja.
Nampaknyakitaselalubisamencaripenerapanhukum Pareto secaraberpasanganseperti
A. 80% gajiditerimakanpada 20% pegawai.
B. 80% kinerjaadalahhasilkerjadari 20% pegawai.
Jadiimpassajasebenarnyakalaukitapertemukanpasangan-pasanganpenerapanhukum Pareto itu.Kesimpulansaya, hukum Pareto merupakankonsekuensilogisdarisituasidimanaekspektasikesetaraankinerjaseluruhanggotapopulasitidakterpenuhi.Persoalanmunculketikaadapihak yang mengeksploitasifakta di satusisisajasemisaluntuk propaganda politikdengancaramebesar-besarkanfaktaketimpanganitutanpamenyebutkanfaktaketimpangan yang menjadipasangannya.
Dalamurusanperdagangankitabisasimakbarangkaliadabenyarnyakalaudikatakan 80% keuntungandisumbangolehpenjualan 20% total produk.Kalo di rumahtanggamungkinbisadikatakankalau 80% biayadikeluarkanuntukmembeli 20% total kebutuhanrumahtangga.
Hukum Pareto ituitumenarikbiladiberlakukanpadasekelompokpopulasidenganperan yang kitaasumsikansetara.Idealnya, kalauperannyasetaramakakinerjanyasetaradaninsentif yang diterimajugasetara.Hukum Pareto menjadimenarikkarenadapatmerumuskan \'penyimpangan\' darikesetaraanitu.Kalaudalampopulasi yang dibahasadapenjejangan yang telahdiketahuihubungannya (atasan-bawahanmisalnya), hukum Pareto tidakberlakuataukalaupunsepertiberlakuituhanyakebetulansaja.

PENYEBAB DAN PENANGGULANGAN BANJIR



PENYEBAB DAN PENANGGULANGAN BANJIR
Banjir adalah sebuah bencana yang diakibatkan oleh air yang menggenang atau bahkan mengalir deras tidak pada tempatnya. Inilah yang terjadi akhir-akhir ini sangat akrab dengan masyarakat Indonesia terutama dalam beberapa tahun terakhir ini. Warga Indonesia sudah sangat akrab dengan yang namanya banjir dan lebih parahnya lagi sudah terbiasa dengan banjir, contohnya saja warga Jakarta yang sebagian besar wilayahnya terendam banjir.
Banjir merupakan ancaman yang menakutkan dimana dapat merugikan secara materi maupun kesehatan. Banyak penyakit yang bermunculan ketika banjir datang yang disebabkan oleh perubahan lingkungan seperti air yang tercemar karena bercampur kotoran yang berlimbah dari sungai. Banjir diakibatkan oleh volume air disuatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batas alaminya.
·         Beberapa penyebab terjadinya banjir :
-          Curah hujan dalam jangka waktu panjang
-          Erosi tanah
Menyisakan batuan yang menyebabkan air hujan mengalir deras diatas permukaan tanah tanpa terjadi resapan.
-          Buruknya penanganan sampah yang menyumbat saluran-saluran air sehingga tubuh air meluap dan membanjiri daerah sekitarnya
-          Pembangunan tempat pemukiman
Tanah kosong diubah menjadi jalan atau tempat parkir yang menyebabkan hilangnya daya resap air hujan.
-          Bendungan dan saluran air yang rusak
-          Keadaan tanah yang tertutup semen, paving, atau aspal, hingga tidak menyerap air.
-          Daerah bebatuan
Daya serap air sangat kurang sehingga bisa menyebabkan banjir kiriman atau banjir bandang.
·         Dampak terjadinya banjir :
1.      Dampak Primer
-          Kerusakan fisik : mampu merusak berbagai jenis struktur termasuk jembatan, mobil, bangunan, system selokan bawah tanah, jalan raya.
2.      Dampak Sekunder
-          Persediaan air : kontaminasi air, air minum bersih mulai langka.
-          Penyakit : kondisi tidak higienis, penyebaran penyakit bawaan air.
-          Pertanian dan persediaan makanan
-          Pepohonan
-          Transportasi : jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
3.      Dampak Tersier/ Jangka Panjang
-          Ekonomi : kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisawatan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.
·         Penanggulangan banjir diantaranya :
a.       Memindahkan warga dari daerah rawan banjir
b.      Memindahkan banjir keluar dari warga : normalisasi sungai, megeruk endapan lumpur, menyodet-nyodet sungai.
c.       Membangun rumah-rumah panggung setinggi diatas muka air banjir
d.      Membuat kanal air : kanal air adalah sungai batuan untuk mengalirkan air sehingga air sampai ke laut.
e.       Membuat bendungan : bendungan dapat menampung air dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, bendungan dapat difungsikan untuk pengairan, atau pembangkit tenaga listrik.
f.       Membuat tanggul : tanggul adalah bangunan yang berbentuk tembok yang memagari pinggiran sungai.
g.      Menjaga kelestarian alam
h.      Menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
i.        Buat lubang biopori : dapat mencegah banjir karena dilubang ini kita bisa menaruh sampah-sampah organic yang akan membusuk dan berubah menjadi kompos yang berguna bagi tanah dan dapat dimanfaatkan untuk menampung air.

Karakteristik Konsep Dasar IPS Dan Hakikat Mata Kuliah Konsep Dasar IPS

Karakteristik Konsep Dasar IPS
Dan
    Hakikat Mata Kuliah Konsep Dasar IPS
Untuk mengetahui Karakteristik Konsep dasar IPS dan Hakikat Konsep Dasar IPS kita harus tahu apa pengertian IPS.
IPS adalah       :
1.      Sebagai mata pelajaran di dalam kurikulum ( SD, SMP, SMA )
2.      Sebagai Academic discipline / Area Of Study ( PT )
Adapun Kompetensi dasar IPS  :
1.      Dapat Menjelaskan IPS sebagai Program Pendidikan
2.      Dapat Menjelaskan Hakikat IPS dilihat dari istilah,definisi,tujuan dan fungsi IPS itu sendiri
3.      Dapat Menjelaskan Karakteristik Konsep Dasar IPS
Ø  Pengertian IPS sebagai Academic discipline / Area Of Study ( PT )
Sebagai Academic discipline / Area Of Inquiri ( PT ) adalah Pada jenjang Perguruan Tinggi yang yang melakukan Kajian, Fenomena, Proses belajar, Bahan belajar, Sumber belajar, Aktivitas siswa dan guru yag berkenaan dengan kependidikan IPS di jenjang persekolahan.
Ø  Lalu kita juga harus mengetahui tentang Hakikat Konsep Dasar IPS itu sendiri
Hakikat Konsep Dasar IPS ada tiga yaitu :
  1. Ilmu Sosial (Social Sciences)
  2. Studi Sosial (Social Studies)
  3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Ø Terkadang Kita suka keliru antar IPS dan IIS, IPS ( Ilmu Pengetahuan Sosial ) lebih menitik beratkan kepada sifat Interdisipliner dan Multidisipliner dimana dalam Topik – topik IPS dapat di ubah menjadi sebuah Isu, sedangkan IIS ( Ilmu – Ilmu Sosial ) lebih menitik beratkan kepada Interdisipliner contohnya discipline pada bidang Ilmu Antropologi.
Ø Study social ada dua pendapat tentang study social pertama pendapat Prof. Achmad Sanusi yang berpendapat bahwa Studi Sosial tidak hanya untuk akademis atau unversitas akan tetapi untuk bahan pelajaran Tingkat dasar, Studi Sosial bersifat Interdisipliner dimana harus menentukan terlebih dahulu judul, permasalahan yang di lihat dari segi Logika dan berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Sedangkan menurut Jhon Jarolimek Studi Sosial adalah tugas untuk tingkat dasar sampai tingkat lanjut untuk bias membina, memecahkan, menyelesaikan masalah yang ada pada warga masyarakat agar menjadi lebih baik dalam materi ataupun metode yang sesuai dengan misi yang sedang di embannya.
Ø IPS sebagai sarana Ilmu yang dimaksud adalah IPS dapat membagi manusia dalam 3 segi waktu ruang hidup :
Ø Sejarah menjelaskan Man In Time
Ø Geografi menjelaskan Man In Space
Ø Antropologi menjelaskan Man In Life
Ø Pengrtian IPS di sekolah adalah Suatu penyederhanaan disiplin pada Nilai – nilai, kwarganegaraan, moral berfikir Ilmuan atau mengambil kebaikan
Ø Tujuan IPS di sekolah adalah mempersiapkan peserta didik sebagai warganegara yang mempunyai skill,sikap,nilai, dan dapat memecahkan masalah pribadi ataupun social dengan cara mengambil keputusan.
Ø Karateristik IPS
1.      Sebagai bahan pengembangan pembelajaran
2.      Sebagai program pendidikan dari tingkat SD sampai tingkat lanjutan
3.      Konsep dasar IPS di kembangkan melaui social, Politik, Hukum, Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi.
Ø Tujuan utama setiap pembelajaran Ilmu social adalah membuat warga Negara yang baik ( Good Citizenship ) oleh karena itu masyarakat yang menjadi sumber utama IPS, Aspek kehidupan social apapun yang kita pelajari apakah itu hubungan social dengan segala aspek dan permasalahnya tidak selalu dapat kita pelajari secara langsung contohnya dalam kehidupan social kita pada masa yang telah lau yang tida kita alami langsung, Namun demikian peristiwa – peristiwa yang bersejarah itu sangat bermakna bagi kehidupan kita saat ini.
Keritikan
Terkadang saya heran kepada sikap warga masyarakat, siswa dan juga mahasiswa. Disini di sebutkan bahwa tujuan utama mempelajari ilmu – ilmu social adalah menjadikan warga masyarakat yang baik ( Good Citizenship ) dan disini juga dikatakan bahwa tugas utuk tingkat sekolah dasar sampai dengan tingkat lanjutan untuk dapat membina, memecahkan, menyelesaikan masalah yang ada pada pribadi ataupun social dengan cara mengambil keputusan dan dibekali dengan sikap yang baik mempunyai skill, Moral, Nilai – Nilai, sikap kwarganegaraan. Namun apa yang terjadi sering kita dengar tentang warga berselisihan memperebutkan kekuasaannya, lalu apa  jalan yang mereka ambil dalam menyelesaikan masalah bukan dengan cara  mengambil keputusana yang baik akan tetapi dengan sikap anarkis sehinga menyebabkan korban jiwa, dan kita sering dengar tentang mahasiswa membunuh teman atau dosennya sendiri dan siswa sekolah dasar membunuh temanya dengan cara menusukan pisau ke tubuh temannya berulangkali, lalu dimana sikap2 yang telah di sebutkan tadi sehingga timbul permasalah seperti ini tidak Nampak dalam diri mereka tentang sikap – sikap itu. Itulah kurangnya pendidikan Indonesia kurangnya menanmkan sikap – sikap tersebut lalu apa cara yang harus dilakukan untuk dapat memwujudkan Good Citizenship ?

Konsep IPS



I. PENGERTIAN KONSEP IPS
Konsep IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan (Sumantri. 2001:89). Social Scence Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS), menyebut IPS sebagai “Social Science Education” dan “Social Studies”. Dengan kata lain, IPS mengikuti cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi, dan sebagainya
Dalam bidang pengetahuan sosial, ada banyak istilah. Istilah tersebut meliputi : Ilmu Sosial (Social Sciences), Studi Sosial (Social Studies) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
1. Ilmu Sosial (Sicial Science)
Achmad Sanusi memberikan batasan tentang Ilmu Sosial (Saidihardjo,1996.h.2) adalah sebagai berikut: “Ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertarap akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah”.
Menurut Gross (Kosasih Djahiri,1981.h.1), Ilmu Sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat dan pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.
Nursid Sumaatmadja, menyatakan bahwa Ilmu Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun tingkah laku kelompok. Oleh karena itu Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.





Pendidikan IPS adalah penyederhanaan adaptasi, seleksi, dan modifikasi dari disiplin akademis ilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis-psikologis untuk tujuan institusional pendidikan dasar dan menengah dalam kerangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila Pendidikan IPS adalah seleksi dari struktur disiplin akademik ilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk mewujudkan tujuan pendidikan dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila
Sumber : Somantri, 2001 : 103.


1.  Menurut AK .Ellis(1991)
       alasan diajarkannya ips sebagai pelajaran disekolah adalah :
  • IPS memberika tempat bagi siswa untuk belajar dan mempraktekkan demokrasi, hal ini dapat dilihat dari proses demokrasi yang terjadi dikelas, misalnya pada saat pemilihan ketua kelas maupun belajar menghargai pendapat dengan cara membuat forum diskusi.
  • IPS dirancang untuk membantu siswa menjelaskan "dunianya"
  • IPS adalah sarana untuk pengembangan diri siswa secara 
  • IPS membantu siswa memperleh pemahaman mendasar (fundamental understanding ) tentang sejarah , geografi dan ilmu -ilimu sosial lainnya,memang sudah diketahui dalam ips memang ada 3 hal penting yaitu dimansi waktu , ruang atau tempat dan dimensi udara, dimensi waktu berhubungan dengan masa kini, masa lampu dan masa datang dan kita tidak bisa menghindari itu karena waktu adalh dimensi yang sangat penting bagi kehidupan kita,dimensi ruang atau tempat berkaitan dengan tempat  sekolah , perumahan ,perkebunan dll,kita memperluakan ruang untuk membangun rumah, berolahraga ,berkebun dll disamping itu kita membutuhkan udara segar untuk bernafas,semua itu dirangkum jadi satu dalam ilmu pengetgahuan sosial (IPS)
  • IPS meningkatkan kepekaan-kepekaan siswa terhadap masalah-masalah sosial,ilmu pengetahuan sosial mengajari kita bagaimana hidup bersama.para siswa berhubungan dengan orang lainnya,dalam hal ini IPS mengajarkan anak untuk menghargai orang laian dan berinteraksi  dengan lingkungan lainnya sehingga dia akan peka terhadap apa saja yang terjadi disekitarnya.
2. Menurut Barr dkk
     Merumuskan tiga perspektif tradisi utama dalam IPS,tradisi tersebut adalah :
  • IPS diajarkan sebagai nilai pewarisan kewarganegaraan (citizenship transmission)
  • IPS diajarkan sebagai ilmu-ilmu sosial
  • IPS diajarkan sebagai reflektif inquir
3. Roberta Woolover dan Kathryn P. Scoot (1987)
      merumuskan ada lima perspektif dalam mengajarkan IPS . Kelima perspektif tersebut tidak
      berdiri masing-masing, bisa saja ada yang merupakan gabungan dari perspektif yang lain.
      Kelima perspektif tersebut ialah:
  •  IPS diajarkan sebagai pewarisan nilai kewarganegaraan (citizenship transmission).
  • IPS diajarkan sebagai Pendidikan ilmu-ilmu sosial
  • IPS diajarkan sebagai cara berpikir reflektif (reflective inquiry).
  • IPS diajarkan sebagai pengembangan pribadi siswa.
  • IPS diajarkan sebagai proses pengambilan keputusan dan tindakan yang rasional.
4. Diana Nomida Musnir dan Maas DP (1998)
     mendeskripsikan hakikat Pendidikan IPS adalah berbagai konsep dan prinsip yang terdapat dalam
     ilmu-ilmu sosial, misalnya tentang kependudukan, kriminalitas, tentang korupsi dan kolusi dan
     sebagainya yang dikemas untuk kepentingan pendidikan dalam rangka upaya pencapaian tujuan
     pendidikan diberbagai jenjang pendidikan. Berbagai realitas tersebut dijelaskan melalui
     pendekatan multi dimensi arah dalam melakukan berbagai prinsip dan generalisasi yang
     terdapat dalam ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi sosial,
    geografi dan ilmu politik

5. John Jarolimek, (1971:4)
      mengatakan “the social studies have been defined as those portion of
     the social sciences selected for instructional purpose”. Kemudian disebut pula bahwa ilmuilmu
     sosial yang mendukung social studies, adalah history, sosiology, political science, Social
     psychologi, philosophy, antroplogy and economic yang dapat diterjemahkan bahwa
     IPS  adalah ilmu pengetahuan tentang manusia dalam lingkungan hidupnya, yaitu mempelajari
     kegiatan hidup manusia dalam kelompok yang disebut masyarakat dengan menggunakan
     berbagai disiplin ilmu sosial (social sciences), sepertinya: sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah,
     antropologi, psikologi sosial, dan sebagainya, juga dengan humaniora dan ilmu kealaman.
http://ernahari.blogspot.com/

PENGERTIAN IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) MENURUT BEBERAPA AHLI



 
            Ilmu Pengetahuan Sosial atau social studies merupakan pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan  masyarakat. di Indonesia pelajaran ilmu pengetauan sosial disesuaikan dengan berbagai prespektif  sosial yang berkembang di masyarakat. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa dan siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik yang ada di masa sekarang maupun di masa lampau. Dengan demikian siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial, mari kita simak pengertian dari beberapa ahli:    


1. Somantri (Sapriya:2008:9) menyatakan IPS adalah penyederhanaan atau disiplin ilmu ilmu sosial humaniora serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/psikologis untuk tujuan pendidikan.

2.    Mulyono Tj. (1980:8) berpendapat bahwa IPS adalah suatu pendekatan interdisipliner (inter-disciplinary approach) dari pelajaran ilmu-ilmu soial, seperti sosiologi antropologi budaya, psikologi sosial,sejarah, geografi, ekonomi, politik, dan sebagainya.

3.  Saidiharjo (1996:4)  menyatakan bahwa IPS merupakan kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti:geografi, ekonomi, sejarah,sosiologi,politik

4.   Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.

5. Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: 
a) menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan, 
b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna.

6. S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.

7.  Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolah sekolah.
 
http://lalabudianti.blogspot.com/2011/12/kajian-ips-pada-tingkat-sekolah-dasar.html