Minggu, 09 Juni 2013

DEFINISI DESA DAN KOTA


·         Menurut R Bintarto,
Desa atau kota merupakan suatu hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisografis, sosial, ekonomi, politk dan kultural yang terdapat pada suatu daerah serta memiliki hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daeah lain.
·         Menurut Paul H Landis,
a.Untuk maksud statistic.
Pedesaan adalah daerah dengan jumlah penduduk kurang dari 2500 orang
b.Sedang untuk maksud kajian psikologi social
Desa adalah daerah dimana hubungan pergaulanya ditandai dengan derajat intensitas yang tinggi.

·         Menurut Sutarjo Kartohadikusumo,
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bermukim sutau masyarakat yang berkuasa dan masyarakat tersebut mengadakan pemerintah sendiri.
Unsur-unsur dalam desa meliputi :
a.Daerah (lingkungan geografis)
b.Penduduk, yang meliputi berbagai hal tentang kependudukan seperti : jumlah, persebaran,  matapencaharian dll
c.Tata kehidupan, meliputi segala hal yang yang menyangkut seluk beluk kehidupan masyarakat desa.

Sedangkan pengertian desa dalam kehidupan sehari-hari atau secara umum sering di istilahkan dengan kampung,yaitu suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota,yang di huni sekelompok masyrakat di mana sebagian besar mata pencaharianya sebagai petani sedangkan secara atmininistrastif desa adalah yang terdiri dari satu atau lebih atau dusun di gabungkan hingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri atao berhak mengatur rumah tangga sendiri (otonomi).
KLASIFIKASI DESA
Berdasarkan tingkat pembangunan dan kemampuan mengembangkan potensi yang dimilikinya,desa dapat diklasifikasikan menjadi berikut ini :
a. Desa swadaya
Desa swadaya adalah suatu wilayah pedesaan yang hampir seluruh masyarakatnya mampu memenuhi kebutuhannya dengan cara mengadakan sendiri.
Ciri-ciri desa swadaya :
1) Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya.
2) Penduduknya jarang.
3) Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.
4) Bersifat tertutup.
5) Masyarakat memegang teguh adat.
6) Teknologi masih rendah.
7) Sarana dan prasarana sangat kurang.
8) Hubungan antarmanusia sangat erat.
9) Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga.


b. Desa swakarya
Desa swakarya adalah desa yang sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,kelebihan produksi sudah mulai dijual kedaerah-daerah lainnya.
Ciri-ciri desa swakarya :
1) Adanya pengaruh dari luar sehingga mengakibatkan perubahan pola pikir.
2) Masyarakat sudah mulai terlepas dari adat.
3) Produktivitas mulai meningkat.
4) Sarana prasarana mulai meningkat.
5) Adanya pengaruh dari luar yang mengakibatkan perubahan cara berpikir.


c. Desa swasembada
Desa swasembada adalah desa yang lebih maju dan mampu mengembangkan semua potensi yang ada secara optimal,dengan ciri-ciri berikut :
1) Hubungan antarmanusia bersifat rasional.
2) Mata pencaharian homogen.
3) Teknologi dan pendidikan tinggi.
4) Produktifitas tinggi.
5) Terlepas dari adat.
6) Sarana dan prasarana lengkap dan modern

CIRI-CIRI MASYARAKAT DESA
a. Kehidupan tergantung pada alam
b. Toleransi sosialnnya kuat
c. Adat-istiadat dan norma agama kuat
d. Kontrol sosialnya didasarkan pada hokum informal
e. Hubungan kekerabatan didasarkan pada Gemeinssehaft (paguyuban)
f. Pola pikirnya irrasional
g. Struktur perekonomian penduduk bersifat agraris
DEFINISI KOTA
A. Menurut MENTERI DALAM NEGERI RI NO.4/1980
1.KOTA adalah suatu wilayah yang mempunyai batas administrasi wilayah
2. KOTA adalah lingkungan kehidupan yang mempunayi cirri non-agraris


B. Secara GEOGRAFIS
KOTA adalah suatu bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsure-unsur alami dan non-alami dengan gajala pemusatan penduduk tinggi, corak kehidupan yang heterogen, sifat penduduknya individualistis dan materialistis.
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
  3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
  4. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  5. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  6. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
  7. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  8. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.


KLASIFIKASI KOTA
A. Menurut Jumlah Penduduk
1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa
2. Kota sedang =penduduknya antara 50.000-100.000 jiwa
3. Kota besar =penduduknya antara 100.000-1.000.000 jiwa
4. Metropolitan =penduduknya antara 1.000.000-5.000.000 jiwa
5. Megapolitan =penduduknya lebih dari 5.000.000 jiwa
B. Menurut tingkat perkembangan
1. Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatnya merupakan peralihan dari pola kehidupan desa kea rah kehidupan kota.
2. Tahap polis adalah suatu daerah kota yang sebagian penduduknya masih mencirikan sifat-sifat agraris.
3. Tahap metropolis adalah suatu wilayah kota yang ditandai oleh penduduknya sebagaian kehidupan ekonomi masyarakat ke sector industri.
4. Tahap megapolis adalah suatu wilayah perkotaan yang terdiri dari beberapa kota metropolis yang menjadi satu sehingga membentuk jalur perkotaan.
5. Tahap tryanopolis adalah suatu kota yang ditandai dengan adanya kekacauan pelayanan umum, kemacetan lalu-lintas, tingkat kriminalitas tinggi.
6. Tahap necropolis (Kota mati) adalah kota yang mulai ditinggalkan penduduknya.

Ciri Masyarakat Kota

- Adanya keanekaragaman penduduk
- Sikap penduduk bersifat individualistik
- Hubungan sosial bersifat Gesselsehaft (Patembayan)
- Adanya pemisahan keruangan yang dapat membentuk komplek-komplek tertentu
- Norma agama tidak ketat
- Pandangan hidup kota lebih rasional


PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN

1.Lingkungan Umum dan Orientasi terhadap Alam
Masyarakat pedesaan dikaitkan dengan alam karena letak geografisnya.Penduduk yangtinggal didesa ditentukan oleh kepercayaan-kepercayaan dan hukum-hukum alam dalam pola berfikir dan falsafah hidupnya. Seperti pada bercocok tanam dan masa panen, ataunelayan yang pergi melaut tentu akan didesuaikan dengan siklus alamnya.

2. Pekerjaan atau Mata Pencaharian
Pada umumnya mata pencaharian pedesaan adalah bertani dan nelayan dan berdagangmerupakan pekerjaan sekunder dari non pertanian.Sebab beberapa daerah tidak lepasdari kegiatan usaha atau industri. Dalam masyarakat kota lebih spesial, dan spesialisasiitu berkembang menjadi manajer, ketua pimpinan dalam birokrasi.

3. Ukuran Komunitas
Komunitas pedesaan lebih kecil daripada komunitas perkotaan. Pekerjaan di bidang pertanian, perimbangan tanah dengan manusia cukup tinggi dibandingkan denganindustri, dan akibatnya daerah pedesaan mempunyai penduduk yang rendah per kilometer  perseginya. Tanah pertanian luasnya bervariasi.

4. Kepadatan Penduduk 
Di desa kepadatan lebih rendah dibandingkan denga kota. Kepadatan suatu komunitaskenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri. Contonya dalam perubahan-perubahan pemukiman, dari penghuni satu keluarga menjadi pembangunanmultikeluarga dengan flat/apartemen

 
5. Homogenitas dan heterogenitas
Homogenitas dalam pedesaan diwujudkan dalam bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan prilaku. Sebaliknya di kota heterogenitas tampak dalam orang-orang dengan macam-macam subkultur dan kesenangan, kebudayaan, mata pencaharian. Kota mempunyai dayatarik dalam hal pendidikan, komunitas,transportasi seehingga kota tempat berkumpul bebagai kelompok etnis.

6. Diferensiasi Sosial
Kemajemukan kota berindikasi terhadap diferensiasi sosial. Tersedianya segala fasilitas,hal-hal yang beguna, perumahan, pendidikan, rekreasi, agama, dan bisnis menyebabkanadanya pembagian pekerjaan dan adanya saling ketergantungan. Ini terbalik dengankehidupan masyarakat pedesaan yangtingkaat homogenitas alaminya cukup tinggi.

7. Pelapisan Sosial
Kelas sosial dalam masyarakat digambarkan dengan“piramida sosial”, yaitu status social yang paling tinggi.

8. Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial berkaitan dengan perpindahan atau pergerakan suatu kelompok sosial kekelompok sosial lainnya; mobilitas kerja dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lainnya;mobilitas teritorial dari desa ke kota, dari kota ke desa, atau di daerah desa dan kotasendiri.Mobilitas sering terjadi dikota dibanding pedesaan dan segi-segi penting mobilitastersebut itu adalah :
1.      Banyak penduduk yang pindah kamar atau rumah ke kamar atau rumah lain,karena sistem kontrak yang terdapat dikota, dan di desa tidak demikian.
2.      Waktu yang tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan penduduk lebih banyak bila dibandingkan dengan penduduk desa.

9. Intereaksi Sosial
Tipe interaksi sosial di desa dan di kota perbedaannya sangat kontras baik aspek kuantitasmaupun kualitasnya diantaranya :
a.Masyarkat pedesaan lebih sedikit jumlahnya dan tingkat mobiitas sosialny rendah,maka kontak pribadi per induvidu lebih sedikit. Juga kontak dengan radio,televisi, majalah , poster, koran, dan media lain yang lebih sophisticated.
 b.Penduduk kota lebih serig kontak tetapi cenderung lebih formal, dan tidak bersifat pribadi, tetapi melalui tugas atau kepentingan lain.
 
10. Pengawasan sosial
Tekanan sosial oleh masyarakat desa lebih kuat karena bersifat pribadi dan ramah tamah,dan keadaan masyarakatnya homogen. Penyesuaian terhadap norma-norma sosial lebihtinggi dengan tekanan sosial informal dan nantinya dapat sebagai pengawasan sosial.

11. Pola Kepemimpinan
Kepemimpinan di desa dinilai berdasarkan kualitas pribadi. Misalnya karena kesalehan,kejujuran, jiwa pengorbanannya, dan pengalamannya. Kriteria ini melekat terus padagenerasi berikutnya, maka kriteria pun akan menentukan kepemimpinan di pedesaan.


12. Standar Kehidupan
Berbagai fasilitas dan sarana akan membahagiakan kehidupan apabila disediakan dancukup nyata dirasakan oleh penduduk yang jumlahnya padat. Di kota dengan konsentrasidan jumlah penduduk yang padat, tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakankebutuha tersebut, sedangkan didesa tidak harus demikian.

13. Kesetiakawanan Sosial
Kesetiakawanan sosial atau kepaduan dan kesatuan, pada masyarakat pedesaan dan perkotaan ban yak ditentukan oleh masing-masing faktor yang berbeda. Dalammasyarakat pedesaan ciri-cirinya akibat dari sifat-sifat yang sama, persamaan dalam pengalaman, persamaan tujuan dimana hubungannya bersifat informal dan bukan bersifatkontrak sosial/ perjanjian. Dalam masyarakat desa ditemukan gotong-royong, danmusyawarah.

14. Nilai dan sistem Nilai
Hal teresebut dapat diamati dalam kebiasaan, cara, dan norma yang berlaku. Di pedesaanmasih berlaku nilai-nilai keluarga, pola bergaul, mencari jodoh.Nilai-nilai agama masihdipegang kuat. Bentuk ritual-ritul agama dikaitkan dengan proses dewasnya manusiayang dikuti upacara-upacara. Pendidikan belum merupakan nilai orientasi penuh, cukuphanya bisa baca tulis dan pendidikan agama. Dalam nilai-nilai ekonomi masih bersifatsubsistem tradisional

PERSAMAAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN
1.       Memiliki batas-batas wilayah
2.       Mengatur dan mengurus masyarakat setempat
3.       Adanya penduduk
4.       Mempunyai pemerintahan yang berdaulat
5.       Mempunyi kebisaan-kebiasaan pergaulan sendiri.

Kesimpulan
Masyarakat desa dengan masyarakat kota itusangat bertolak belakang baik dari lingkungan,cara berpikir,lapisansosial,tingkah laku,adat serta jumlah penduduk nya pun berbeda.Masyarakat desa lebih ke tradisional dan masyarakat kota lebih mngarah ke perkembangan dunia dengan kata lain masyarakat kota itu mengikuti zamanMasyarakat desa juga mengikuti zaman tetapi perilaku mereka masih di pengaruhi oleh adat dan kebudayaan.Adat kebudayaan masyarakat desa masih sangat kental, berbeda denganmasyarakat kota yang hampir keseluruhan adat dan kebiasaan nya sudah di pengaruhi oleh kebudaaan luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar